![]() |
| E-Taxi Blue Bird. | Sumber : wartaekonomi.co.id |
Perusahaan transportasi umum, Blue Bird baru saja meluncurkan 30 armada taksi bertenaga listrik. Sebanyak 25 unit armada layanan Blue Bird e-taxi diantaranya menggunakan mobil listrik merek BYD, asal Cina. Sedangkan 5 unit lainnya menggunakan mobil listrik merek Tesla asal Inggris untuk layanan Silver
Soal tarif, Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan saat ini masih sama dengan taksi Blue Bird berbahan BBM. Hal ini dikarenakan harga mobil listrik tersebut masih terbilang mahal walaupun biaya pengisian daya listriknya lebih murah dibandingkan bensin.
"Untuk tarif kita targetkan untuk yang Blue Bird sama seperti Blue Bird lainnya karena saat ini kami belum mendapatkan mobil dengan harga yang bisa membuat lebih murah walaupun charge listriknya lebih murah dibanding bensin," kata Adiranto usai peresmian taksi listrik di Kantor Pusat Blue Bird, Jakarta, Senin (22/4).
Sayangnya, ia tidak mengatakan harga unit per mobil listriknya, baik dari BYD maupun Tesla.
Tarif e-taxi Blue Bird dikenakan Rp 4.100/km, setara dengan taksi Blue Bird reguler. sementara untuk Silverbird denagan mobil model Tesla dikenakan tarif sekitar Rp9.000-Rp9.000/km dengan biaya buka pintu Rp17 ribu, setara dengan layanan Silverbird yang menggunakan mobil Alphard.
Penyamarataan tarif ini, lanjut Adrianto termasuk investasi pembangunan stasiun pengisi daya baterai mobil listrik. Ia mengatakan saat ini terdapat 11 stasiun pengisi daya baterai mobil listrik di Kantor Pusat Blue Bird.
"Jadi kita bukan hanya investasi di kendaraannya tapi charging stationnya pun kita harus investasi berbeda dengan SPBU," tambahnya.
Rencananya sejumlah unit armada taksi listrik ini akan mengaspal bulan Mei 2019 di wilayah Jabodetabek.
Kemudian Blue Bird juga merencanakan 200 unit taksi listrik hingga tahun 2020-2025.Akan tetapi, Adiranto menyanggah bahwa saat ini pihaknya belum menargetkan jumlah unit mobil listrik untuk penambahan layanan armada.
Namun, Blue Bird akan mengikuti target dari pemerintah Indonesia yaitu 25 persen alias 400 ribu unit pada tahun 2025.
"Saat ini kita belom bisa canangkan, namun karena pemerintah mencanangkan sekitar 25 persen produk mobil listrik di tahun 2025. Jadi kita untuk berkontribusi minimal (target) sama,” sambungnya.
Sumber : Akurat.co
Editor : Caki

Comments
Post a Comment